INDIVIDU DAN
MASYARAKAT
MATA KULIAH :
KONSEP
DASAR IPS
DOSEN PENGAMPU : Drs. MASTAR ASRAN, M.Pd
DI SUSUN OLEH :
HENY RAHAYU :
F1082161022
HARUN :
F1082161070
PRODI : PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEMESTER : I ( GANJIL )
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
P O N T I A N A K
2016
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan taufik dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “INDIVIDU
DAN MASYARAKAT”. Penyusunan makalah ini
bertujuan memenuhi salah satu tugas mata kuliah konsep dasar ips.
Penyelesaian makalah ini tentu saja tidak lepas dari dari
bantuan berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan
segala kerendahan hati kami menyadari
bahwa hasil yang dicapai dari makalah ini, masih jauh dari sempurna dan banyak
kekurangannya, oleh karena itu saran dan
kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhir kata kami berharap
makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pribadi maupun pembaca sekalian dan mudah-mudahan amal baik kita mendapat
ridho dan magfiroh-Nya. Amin.
Pontianak, September
2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ..................................................................................... .......... 1
B.
Rumusan Masalah............................................................................................... .......... 1
C.
Tujuan .......... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Individu Dan Masyarakat................................................................. .......... 3
B.
Pengertian Struktur, Pranata, Dan Proses Sosial Budaya................................... .......... 4
1.
Struktur Sosial......................................................................................................... 4
2.
Pranata Sosial........................................................................................................... 5
3.
Proses Sosial Budaya.................................................................................... .......... 6
C.
Bagaimana Hubungan Antara Individu Dan Masyarakat
Dalam Pandangan Pancasila 6
D.
Bagaimana Interaksi Individu Dan Masyarakat................................................. ......... 10
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan............................................................................................................. ......... 14
B.
Saran ......... 14
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial di Sekolah Dasar menggunakan pendekatan expanding community, yakni suatu
pendekatan yang mengenalkan siswa terhadap lingkungan kehidupan sosialnya mulai
dari lingkungan sosial terdekat sampai dengan yang terjauh. Para siswa perlu
diajak untuk mengenal dirinya sendiri, keluarganya, lingkungan sekitar
rumahnya, desanya, kecamatannya, sampai negara dan lingkungan dunianya. Untuk
mendukung pemahaman yang lebih mendalam dari para siswa tentang lingkungan
kehidupan sosialnya, maka seorang guru IPS sekolah dasar perlu menguasai
konsep-konsep sosiologi dan ilmu politik, misalnya konsep tentang individu dan
masyarakat, struktur sosial, pranata, proses sosial, pemerintahan, hukum dan
undang-undang, serta peran dan tanggung jawab warga negara. Oleh karena itulah
sebagai calon guru sekolah dasar perlu memahami konsep-konsep tersebut secara
mendalam.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut diatas, permasalahan yang akan diteliti dalam
makalah ini adalah.
1.
Apakah yang dimaksud dengan pengertian individu dan
masyarakat?
2.
Apakah pengertian dari struktur, pranata dan proses
sosial budaya?
3.
Bagaimana hubungan antara individu dan masyarakat dalam
pandangan pancasila?
4.
Bagaimanakah
interaksi individu dan masyarakat?
C. Tujuan
Adapun tujuan
yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah :
1.
Untuk mengatahui pengertian individu dan masyarakat
2.
Untuk mengetahui pengertian struktur, pranata dan
proses sosial budaya
3.
Untuk mengetahui hubungan antara individu dan
masyarakat dalam pandangan pancasila
4.
Untuk mengetahui interaksi individu dan masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Individu Dan Masyarakat
1. Pengertian
Individu
Individu berasal dari bahasa latin “Indivuduum” yang
artinya yang tak terbagi, dan merupakan kesatuan yang tak terbatas. Maksudnya
bahwa manusia merupakan satu kesatuan jiwa dan raga yang tak dapat dipisah satu
sama lain (Allport:T.T). Setiap manusia lahir ke dunia dengan membawa potensi
diri masing-masing yang dapat dikembangkan kemudian hari melalui proses balajar
atau pendidikan. Contohnya: seseorang melakukan kegiatan menulis , hal tersebut
merupaka perintah dari jiwa atau psikisnya untuk menyuruh fisiknya untuk
menulis sesuatu dengan pulpen dan kertas. Setiap individu lazim memiliki
ciri – ciri khas yang melekat (built in) dalam dirinya, sehingga memberikan
identitas khusus, yang disebut kepribadian. Tidak seperti kerumunan bebek,
ternyata masyarakat yang juga dapat disebut sebagai kerumunan atau himpunan
manusia, menuntut setiap individu untuk :
a) Memiliki
kedudukan dan peranan tertentu dalam lingkungannya.
b) Memiliki
tingkah laku yang khas (tidak seperti bebek).
c) Memiliki
kepribadian.
2. Pengertian
Masyarakat
Kata masyarakat
merupakan terjemahan dari kata (community atau komunitas). Secara definitif
dapat didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang terdiri dari sejumlah
keluarga yang bertempat tinggal di suatu wilayah tertentu baik di desa ataupun
di kota yang telah terjadi interaksi sosial antar anggotanya atau adanya
hubungan sosial (social relationship) yang memilki norma dan nilai tertentu
yang harus dipatuhi oleh semua anggotanya dan memiliki tujuan tertentu
pula. Menurut Selo Soemarjan (1962)
mengemukakan bahwa: “Masyarakat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang
ditandai oleh suatu derajat hubungan tertentu”.
Adapun unsur-unsur dari masyarakat, Mac Iver dan Page
mengemukakan sebagai berikut:
1. Seperasaan
2. Sepenanggungan
3. Saling memerlukan
Disamping ada beberapa tipe masyarakat setempat
menurut Davis (1960:313) sebagai berikut:
1. Sejumlah penduduk
2. Luas, kekayaan dan
kepadatan pendudukan
3. Memilki fungsi khusus
dari masyarakat setempat terhadap seluruh organisasi masyarakat yang
bersangkutan.
B. Pengertian struktur, pranata, dan proses sosial budaya
1. Struktur Sosial
Struktur sosial: pola
perilaku dari setiap individu masyarakat yang tersusun sebagai suatu sistem
masyarakat merupakan suatu sistem sosial budaya terdiri dari sejumlah orang
yang berhubungan secara timbal balik melalui budaya tertentu.
Setiap individu mempunyai
ciri dan kemampuan sendiri, perbedaan ini yang menyebabkan timbulnya perbedaan
sosial.Perbedaan sosial bersifat universal, ini berarti perbedaan sosial
dimiliki setiap masyarakat dimanapun.Perbedaan dalam masyarakat seringkali
menunjukkan lapisan-lapisan yang bertingkat.
Lapisan yang bertingkat
dalam masyarakat disebut Stratifikasi sosial.Ukuran yang digunakan untuk
menggolongkan penduduk dalam lapisan-lapisan tertentu yaitu:
1. Ukuran kekayaan (kaya
miskin, tuan tanah penyewa)
2. Ukuran kekuasaan (penguasa/
dikuasai) penguasa punya wewenang lebih tinggi
3. Ukuran kehormatan
(berpengaruh / terpengaruh) ukuran ini ada di masyarakat tradisional(pemimpin
informal)
4. Ukuran ilmu pengetahuan
(golongan cendekiawan/ rakyat awam)
2. Pengertian Pranata sosial
pranata sosial adalah
sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan pokok dan bermasyarakat bagi manusia. Dengan kata
lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir dan
mengejewantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi
kegiatan pokok warga masyarakat.
Tiga kata kunci di
dalam setiap pembahasan mengenai pranata sosial adalah: Nilai dan norma;Pola
perilaku yang dibakukan atau yang disebut prosedur umum;Sistem hubungan, yakni
jaringan peran serta status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku
sesuai dengan prosedur umum yang berlaku.
3. Pengertian proses sosial budaya
Hubungan antarindividu yang saling
mempengaruhi dlm hal pengetahuan, sikap dan perilaku disebut interaksi
sosial.Interaksi sosial terjadi apabila tindakan atau perilaku seseorang dapat
mempengaruhi, mengubah,
memperbaiki, atau mendorong perilaku, pikiran, perasaan, emosi orang
lain.
C.
Bagaimana
hubungan antara individu dan masyarakat dalam pandangan pancasila
Pandangan
hubungan antara individu dan masyarakat sesuai dengan konsep organisme muncul
dari Herbart Spencer (1985) diringkas oleh Margaret H Poloma (1979) sebagai
berikut:
1. Masyarakat maupun organisme hidup
sama-sama mengalami pertumbuhan.
2.
Disebabkan oleh pertambahan dalam ukurannya, maka struktur tubuh sosial (social
body) maupun tubuh organisme hidup (living body) itu mengalami pertambahan
pula, dimana semakin besar suatu struktur sosial maka semakin banyak pula
bagian-bagiannya, seperti halnya dengan sistem biologis yang menjadi semakin
kompleks sementara ia tumbuh menjadi semakin besar Binatang yang lebih kecil,
misalnya cacing tanah, hanya sedikit memiliki bagian-bagian yang dapat
dibedakan bila dibanding dengan makhluk yang lebih sempurna, misalnya manusia.
3. Tiap
bagian yang tumbuh di dalam tubuh organissme biologis maupun organisme sosial
memiliki fungsi dan tujuan tertentu: “mereka tumbuh menjadi organ yang berbeda
dengan tugas yang berbeda pula”. Pada manusia, hati memiliki struktur dan
fungsi yang berbeda dengan paru-paru; demikian juga dengan keluarga sebagai
struktur institusional memiliki tujuan yang berbeda dengan sistem politik atau
alconomi.
4. Baik di
dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan
mengakibatkan perubahan pada bagian lain dan pada akhirnya di dalam sistem
secara keseluruhan. Perubahan sistem politik dari suatu pemerintahan demokratis
ke suatu pemerintahan totaliter akan mempengaruhi keluarga, pendidikan, agama
dan sebagainya. Bagian-bagian itu saling berkaitan satu sama lain.
5. Baik di
dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan
mengakibatkan perubahan pada bagian lain dan pada akhirnya di dalam sistem
secara keseluruhan Bagian-bagian tersebut, walau saling berkaitan, merupakan
suatu struktur-mikro yang dapat dipelajari secara terpisah. Demikianlah maka
sistem peredaran atau sistem pembuangan merupakan pusat perhatian para
spesialis biologi dan media, seperti halnya sistem politik atau sistern ekonomi
merupakan sasaran pengkajian para ahli politik dan ekonomi.
Dari uraian
tersebut di atas dapat diketahui bahwa menurut Spencer masyarakat dipandang
sebagai organisme hidup yang alamiah dan deterministis (bebas). Semua gejala
sosial diterangkan berdasarkan hukum alam. Hukum yang mengatur pertumbuhan
fisik tubuh manusla juga mcngatur pertumbuhan sosial. Manusia sebagai individu
tidak bebas dalam menentukan arah pertumbuhan masyarakat. Manusia sebagai
individu justru ditentukan oleh masyarakat dalam pertumbuhannya. Masyarakat
berdiri sendiri dan berkembang bebas dari kemauan dan tanggung ja anggotanya di
bawah kuasa hukum alam.
Hubungan
individu dan masyarakat berdasarkan kolektivisme. Menurut pandangan kolektif
masyarakat mempunyai realitas yang kuat. Segala sesuatu kepentingan individu
ditentukan oleh masyarakat. Masyarakat mengatur secara seragam untuk kepentingan
kolektif.
Menurut
Peter Jarvis (1986) yang dikutip oleh DR Wuradji MS (1988) Karl Mark, Bowles,
Wailer dan Illich tokoh paham kolektif yang berpendapat bahwa individu tidak
mempunyai kebebasan, kebebasan pribadi dibatasi oleh kelompok elite (kelompok
atas yang berkuasa) dengan mengatas namakan rakyat banyak.
Konsep
masyarakat kolektif ini diterapkan pada paham totalitas di negara-negara
komunis seperti RRC. Di dalam negara komunis individu tidak mempunyai hak untuk
mengatur kepentingan diari sendiri, segala kebutuban diatur oleh negara. Negara
diperintah oleh satu partai politik komunis. Dalam negara komunis ini makan,
pakaian, perumahan dan kerja diatur oleh negara, individu tidak punya pilihan
lain kecuali yang telah ditentukan oleh negara. Semua hak milik individu
seperti yang dimiliki orang-orang atau keluarga di negara kita ini tidak ada.
Hubungan
individu dan masyarakat menurut paham individualistis. Individualisme suatu
paham yang menyatakan bahwa dalam kehidupan seorang individu kepentingan dan
kebutuhan individu yang lebih penting dan pada kebutuhan dan kepentingan
masyarakat. Individu yang menentukan corak masyarakat yang dinginkan.
Masyarakat harus melayani kepentmgan individu. Individu mempunyai hak yang
mutlak dan tidak boleh dirampas oleh masyarakat demi kepentingan umum.
Paham
individualisme juga disebut Atomisme. Atomisme berpendapat bahwa hubungan
antara individu itu seperti hubungan antar atom-atom yang membentuk
molekul-molekul. Oleh karena itu hubungan in bersifat lahiriah. Bukan kesatuan
yang penting tetapi keaneka ragaman yang penting dalam masyarakat.
Pandangan
individualistis ini yang otomistis ini berakar pada nominalisme suatu aliran
filsafat yang menyatakan bahwa konsep-konsep umum itu tidak mewakili realitas
dari sesuatu hal. Yang menjadi realitas itu individu. Realitas masyarakat itu
ada karena individu itu ada. Jika individu tidak ada maka masyarakat itu tidak
ada. Jadi adanya individu itu tidak tergantung pada adanya masyarakat.
J.J.
Rousseau (1712-1778) dalam bukunya “kotrak sosial” menjelaskan paham
liberalisme dan individualisme dalam satu kalimat yang terkenal: “Manusia itu
dilahirkan merdeka, tetapi di mana-mana dibelenggu” (Driarkara SY, 1964, p.
109). Manusia itu bebas (merdeka) dan hidup pada lingkungan sekitar dan
sesamanya. Hidup dalam lingkungan tertutup dari lingkungan dan sesamanya itu
manusia merasa bahagia. Masyarakat hanya merupakan suatu kumpulan atau jumlah
orang yang secara kebetulan saja berkumpul pada suatu tempat seperti
butli-butir pasir tersebut di atas. Tidak ada hubungan satu dengan yang lain.
Masyarakat terbina karena orang-orang yang kebetulan tidak berhubungan satu
sama lain itu berhubungan disebabkan oleh adanya suatu kebutuhan, sehingga
masing-masing individu itu mengadakan kontrak sosial untuk hidup bersama.
Bentuk kerja sama dalam hidup bersama itu dibatasi oleh kebutuhan masing-masing
individu. Hanya sampai pada batas tertentu saja individu itu hidup dalam
masyarakat. Makin banyak kebutuhan seorang yang dapat dtharapkan dari
masyarakat maka hubungan dengan masyarakat makin erat, sebaliknya makin sedikit
kebutuhannya dalam masyarakat makin renggang hubungannya dengan masyarakat.
Paham yang
memandang hubungan antara individu dan masyarakat dari segi interaksi. Dari
uraian tersebut di atas kita telah mengetahui paham totalisme dan
individualisme yang masih berpijak pada satu kutub. Paham totalisme berpijak
pada masyarakat, sebaliknya paham individualisme. Totalisme mengabaikan peranan
individu dalam masyarakat sebaliknya, paham individualisme mengabaikan peranan
masyarakat dalam kehidupan individu. Oleh karena itu kedua-duanya diliputi oleh
kesalahan detotalisme. Pabam individu memandang manusia sebagal seorang
individu itu sebagai segala-galanya di luar individu itu tidak ada. Jadi
masyarakat pun pada dasarnya tidak ada yang ada hanya individu. Sebaliknya
paham totalisme memandang masyarakat itu segala di luar masyarakat itu tidak
ada. Jadi individu itu hanya ada jika masyarakat itu ada. Adanya individu itu
terikat pada adanya masyarakat.
D. Bagaimana interaksi individu dan masyarakat
Menurut ahli ilmu psikologi sosial bahwa interkasi
sosial adalah saling berhubungan antar dua manusia atau lebih, dimana manusia
yang satu terhadap yang lain saling mempengaruhi.
Proses sosial dimaksudkan bahwa “cara-cara interaksi
(aksi dan reaksi), yang dapat kita amati apabila individu-indivu dan
kelompok-kelompok bertemu dan mengadakan sistem perhubungan mengenai cara-cara
hidup yang telah ada. Apabila dua orang atau lebih saling berhubungan
(mengadakan interaksi) maka akan terjadi apa yang dinamakan proses sosial.
Proses ini dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan
kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
Jenis yang paling umum dari proses sosial adalah
interaksi sosial. Dimana dalam interaksi sosial, ada pengaruh timbal balik
antara individu dengan kelompok dalam upaya memecahkan masalah-masalah yang di
hadapi dalam hidup sehari-hari secara bersama-sama. Setiap interaksi dua arah
akan menstimulir yang lain untuk mengubah tingkah laku dari orang-orang yang
sedang berinteraksi.
Interaksi sosial yang terjadi antara individu dan
masyarakat antara lain :
a.
Interaksi yang melibatkan sejumlah orang, misalnya ; individu dengan individu,
indivdu dengan group, dan group dengan group.
b.
Adanya tingkat keintiman, misalnya ada yang bersifat primer, ada yang bersifat
sekunder, ada yang bersifat gemeinschaft dan ada yang bersifat gesselschaft dan
sebagainya.
c.
Adanya proses sosial. Terdapat beberapa bentuk proses sosial :
1)
Yang berbentuk positif dinamakan integrasi atau assosiatif process, yaitu
proses yang menyatukan.
Kondisi yang
nampak dalam bentuk integrasi adalah keseluruhan anggota kelompok berkemauan
untuk tetap pada kelompoknya,
seolah-olah satu sama lain saling terkait.
Kondisi
seperti itu sering dinamakan organis,
dimana seluruh anggota kelompok berfungsi terhadap kelompoknya.
2)
Yang berbentuk negatif dinamakan disintegratif atau disassosiatif process,
yaitu proses yang memisahkan.
Kondisi yang
nampak dalam bentuk disintegrasi adalah keseluruhan anggota kelompok tidak
berkemauan untuk tetap pada kelompoknya,
seolah-olah satu sama lain tidak saling
terkait. Kondisi seperti itu sering dinamakan
disorganis, dimana satu sama lain tidak terjalinn hubungan lagi.
Bentuk-bentuk
interkasi sosial yang menyatukan (integrasi) :
1.
Bentuk –bentuk interaksi sosial yang menyatukan (Integrasi)
a.
Coperation (Koperasi)
Koperasi
adalah bentuk kerjasama dimana satu sama lain saling membantu guna mencapai
suatu tujuan bersama. Koperasi merupakan usaha bersama dari satu orang atau
lebih untuk melaksanakan suatu tugas untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Terdapat
tiga jenis kerja sama yang di dasarkan pada organisasi kelompok atau di dalam
setiap kelompok , yaitu :
1)
Kerja sama primer
2)
Kerja sama sekunder
3)
Kerja sama tersier
Pada
hakikatnya, kerja sama bisa terjadi karena :
1)
Orang tersebut menyadari bahwa mereka mempunyai tujuan yang sama
2)
Masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin melaksanakan
kepentingannya dengan jalan kerja sama.
b.
Consensus (Kesepakatan)
Consensus
dimaksudkan suatu persetujuan, baik yang diucapkan maupun tidak. Consensus
mungkin dilaksanakan bila ada 2 pihak atau lebih yang ingin memelihara hubungan
masing-masing memandangnya sebagai kepentingan sendiri. Contoh : Courtship dari
aliansi internasional.
c.
Assimilation (Asimilasi)
Asimilasi
adalah perpaduan dari dua kebudayaan atau lebih melebur menjadi satu-satunya
yang homogen. Oleh Mayor polak dikemukakan bahwa asimilasi adalah proses
perpaduan dua kebudayaan yang berbeda, lama kelamaan berkembang sehingga
menjadi sejarah . Jadi asimilasi hanya terdapat diantara orang-orang atau
golongan yang datang dari berbagai kebudayaan yang berbeda, misalnya :
1)
Kebudayaan Arab dengan kebudayaan Indonesia
2)
Kebudayaan Barat dengan kebudayaan Indonesia
2.
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang memisahkan (Disintegrasi)
a.
Konflik (Persengketaan)
Konflik
adalah usaha yang dengan sengaja menantang, melawan, atau memaksa kehendaknya
kepada orang lain. Biasanya konflik itu timbul dari adanya kepentingan yang
bertentangan, terutama kepentingan ekonomi dan sering juga perbuatan kedudukan
dan kekuasaan.
Dipandang
dari segi terjadinya, konflik di bagi atas dua macam :
1)
Corparete conflict, yaitu konflik yang terjadinya antara group dengan group
dalam suatu masyarakat.
2)
Personal conflict, yaitu konflik yang terjadi antara individu dengan individu.
Biasanya hal ini disebabkan soal-soal sexual, kekuasaan, kekayaan, iri hati dan
sebagainya.
b.
Kompetisi (Persaingan)
Persaingan
ada hubungannya dengan konflik, tetapi berbeda. Kompetisi merupakan usaha yang
disengaja untuk menentang kehendak orang lain, dan tidak mengandung paksaan.
Kompetisi selalu dikuasai dan diatur oleh norma-norma moral, sedangkan konflik
tidak demikian halnya.
Contohnya
dalam pertandingan pertandingan olah raga, melamar pegawai negeri, berusaha
mencari kekayaan dan sebagainya.
Pola
interaksi antara individu dengan masyarakat dapat di bagi dalam 3(tiga) macam,
yaitu :
1.
Pola interaksi individu dan individu di mana yang berhubungan secara langsung
adalah antar individu dan keduanya saling mempengaruhi.
2.
Pola interaksi antara individu dengan kelompok. Dimana yang sedang melakukan
hubungan langsung adalah seorang individu dengan kelompok masyarakat tertentu.
Misalnya seseorang sedang menyampaikan gagasannya kepada sebuah kelompok
tertentu.
3.
Pola interaksi antara kelompok dengan kelompok. Dimana yang sedang berhubungan
langsung adalah kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Misal dalam rapat
desa yang terdiri dari beberapa kampung, maka yang menyampaikan gagasannya
dalam rapat tersebut adalah para wakil dari masyarakat kampung yang ada di desa
tersebut.
a.
Pola tingkat interaksi antar individu
b.
Pola tingkat antar individu dengan kelompok
c.
Pola tingkat interaksi antar kelompok
Dalam kehidupan manusia bermasyarakat
kondisi interaksi sosial yang telah dikemukakan di atas mungkin saja terjadi,
tergantung bagaimana iklim psikologis yang terjadi dalam kelompok masyarakat
itu dan bagaimana visi dan manusia kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan
hidup bersama.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Interaksi sosial bisa terjadi dimana saja dan kapan
saja. Subjek interaksi sosial beragam, ada yang terjadi antara individu dengan
individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.
Dalam hal ini, individu berinteraksi dengan masyarakat. Sebagaimana
telah diketahui, individu merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
dalam menjalani kehidupannya.
Interaksi individu dengan masyarakat tidak lepas dari struktur sosial dimana
terdapat penggolongan masyarakat, atau tinatan masyarakat yang dibentuk oleh
masyarakat itu sendiri, dan tidak lepas pula dari pranata sosial yang merupakan
bentuk norma-norma tuntunan dalam kehidupan, bermasyarakat.
B.
Saran
Dari pembahasan yang telah diuraikan, kami mempunyai
saran kepada pembaca bahwasanya dalam berinteraksi sosial, sebaiknya kita dapat
memilah dan memilih mana yang berdampak positif pada kehidupan kita, dan mana
yang berdampak negatif. kita harus berpegang dengan aturan norma yang tumbuh
dalam masyarakat, sehingga tercipta keselarasan dalam proses sosial antara
individu dan masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA

Harrah's Cherokee Casino Resort - MapYRO
BalasHapusFree 평택 출장마사지 services for two 김포 출장샵 classes: 양산 출장마사지 Business/Service/Service and Casino Gambling: Business and Gambling. See more 서산 출장마사지 details. Rating: 2.5 태백 출장마사지 · 1,812 votes